x

Subscribe My Blog !












To receive the news update from our blog, please fill this form with your email then open your email and confirm the link.
MWcrew
Blog terbaik Penulis terbaik Gita Gutawa Banners

Search

Sabtu, 05 Mei 2012

siapa saja yang haram dinikahkan

siapa saja yang haram dinikahi?

saya hendak nulis ni sebab dapat buku fiqih wanita , heyyy its doorprize! :D
alhamdulillahh..
banyak sekali isinyaaa niiii, tak bosan2pun saya membacanyaaa..
ada satu article yang hendak i share niii

itu tentang siapa saja yang haram dinikahi?
langsung sajalah i tuliss tuliss niii

yang haram dinikahi dari jalur nisab yaitu ibu, puteri, saudara-saudara perempuan, bibi dari bapak, bibi dari ibu, puteri-puteri saudara laki-laki, puteri-puteri saudara perempuan, ibu isteri.

sedangkan ibnu hazam mengatakan : tidak diperbolehkan menikahi ibu, nenek dari bapak atau ibu, meskipun hubungannya tidak dekat. Tidak juga puteri dan puterinya (cucu) atau puteri dari puteranya dan seterusnya. Juga tidak diperbolehkan menikahi saudara perempuan, puteri saudara (kemenakan) dan seterusnya sampai kebawah. erta tidak boleh menikahi ibu isterinya (mertua) dan neneknya, meskipun hubungannya jauh.



dari Alquran, Allahu Subhanahu wa Ta'ala berfirman:
Diharamkan atas kalian (menikahi) ibu-ibu kalian, anak-anak perempuan kalian, saudara-saudara perempuan kalian, saudara-saudara perempuan bapak kalian, saudara-saudara perempuan ibu kalian, anak-anak perempuan dari saudara laki-laki kalian, anak-anak perempuan dari saudara-saudara perempuan kalian, ibu-ibu yang menyusui kalian, saudara perempuan sepersusuan, ibu-ibu isteri kalian (mertua), anak isteri kalian yang dalam pemeliharaan kalian dari isteri yang telah kalian campuri, tetapi jika kalian belum bercampur dengan isteri kalian tersebut dan sudah kalian ceraikan, maka tidak ada dosa bagi kalian untuk menikahinya. (juga diharamkan bagi kalian) isteri-isteri anak kandung kalian (menantu) dan menghimpun dua perempuan yang bersaudara dalam satu pernikahan, kecuali yang telah terjadi pada masa lampau. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (QS. An-Nisa : 23)

Imam Ali mengatakan : " Nenek, bagaimanapun kedudukannya, baik itu ibunya bapak atau ibunya kakek atau ibu kakeknya kakek atau ibu ibunya kakek atau neneknya ibu atau ibunya ibu. " Ditambahkan, bahwa semua ibu yang dimaksud disini adalah seperti apa yang difirmankan oleh Allah SWT: "Sebagaimana ia telah mengeluarkan kedua ibu bapak kalian dari surga." (QS Al-A'raf: 27)

demikian juga dengan puteri dari anak perempuan, puteri dari anak laki laki  dari anak perempuan, puteri dari anak perempuan dari anak laki-laki dan demikian seterusnya. Kesemuanya itu sebagaimana difirmankan oleh Allah Azza wa Jalla: "Wahai anak cucu Adam"

demikian halnya dengan puteri dari anak perempuan dari saudara laki-laki, puteri dari anak laki-laki dari saudara laki-laki, yang kesemuanya itu termasuk puteri saudara laki-laki. Puteri dari anak perempuan dari saudara perempuan, puteri dari anak laki-laki dari saudara perempuan, yang kesemuanya itu adalah puteri dari saudara perempuan. Saudara perempuan kakek dari bapak dan saudara perempuan kakeknya kakek dari bapak. Semuanya termasuk bibi dari pihak bapak. Sedangkan saudara perempuan kakek dari ibu dan saudara perempuan nenek dari kedua pihak bapak serta ibu, kesemuaannya termasuk bibi dari pihak ibu.

Diharamkan pula menikah dengan isterinya bapak (ibu tiri) serta isteri-isterinya kakek dan seterusnya keatas. Hal ini sebagaimana difirmankan oleh Allah Subhanallahu wa Ta'Ala :
"Dan Janganlah kalian menikahi wanita-wanita yang tekah dinikahi oleh ayah kalian" (QS An-Nisa' : 22)

Juga ibu serta nenek dari isteri dan seterusnya keatas. Begitu pula dengan anak perempuan dari isteri (anak tiri), apabila ia telah melakukan hubungan badan dengan ibunya. Demikian halnya dengan puteri dari anak perempuan isterinya atau puteri dari anak laki-laki isterinya, sebagaimana yang difirmankan oleh Allah Subhanallahu wa Ta'ala didalam surat An-Nisa ayat 23. Juga Isteri anak laki-lakinya (menantu) atau isteri cucu laki-laki. Hal ini didasarkan juga pada firman Allah Azza wa Jalla didalam surat An-Nisa' ayat 23.

    Demikian juga dilarang untuk menikah yang disebabkan adanya faktor susuan (QS An-Nisa : 23). Mereka itu adalah :
a. Ibu menyusui. Karena, ia menjadi ibu bagi anak yang disusuinya.
b. Ibu dari ibu yang menyusui (nenek). Karena, ia telah menjadi neneknya.
c. Ibu daru suami wanita yang menyusui. Karena, ia juga menjadi neneknya.
d. Saudara perempuan ibu yang menyusui. Karena, ia menjadi bibi bagi yang disusui.
e. Saudara perempuan dari suami ibu yang menyusui. Karena, ia juga menjadi bibi bagi yang disusui dari pihak bapak.
f. Cucu perempuan dari ibu yang menyusui. Karena, mereka adalah kemenakan bagi anak yang disusui tersebut.
g. saudara perempuan dari ibu dan bapak.

saudara perempuan dari bapak dan ibu yang menyusui. Yaitu, wanita yang disusui, baik berbarengan dengan anak yang disusuinya maupun sebelum atau sesudahnya. Begitu pula dengan saudara perempuan dari bapak. juga saudara perempuan dari ibu susuan, yaitu wanita yang disusui oleh ibu dengan air susu yang keluar dari suami lain.

Diharamkan bagi seorang muslim menikahi wanita yang telah dilaknatinya. Hal ini sebagaimana sabda Rasulullah Sholallahu Alaihi wa Sallam:
"Dua orang (laki-laki dan perempuan) yang saling melaknat, jika berpisah, tidak boleh disatukan kembali selamanya." (HR. Malik dan Abu Dawud)

Menurut Imam Malik, dua orang (laki-laki dan perempuan) yang saling melaknat tidak boleh menikah selamanya.

Ditulis Oleh : bahtiar abdurrachman ~ I'm Kool

You are reading an article entitled siapa saja yang haram dinikahkan,, Hopefully this article useful for you

:: Thank you for visiting ! ::

2 comments:

maksudnya saling mencaci ketika berpisah maka tak boleh rujuk kembali atau bagai mana?

mungkin maksudnya saling bersumpah takakan kembali rujuk,maka tak boleh di nikahi kembali

Posting Komentar